Senin, 06/09/2010 19:14 WIB
Junaidi bin Jaaba
Tanah Rantau Mengubah Jalan Hidupnya
Tanah Rantau Mengubah Jalan Hidupnya
Jika diingatnya lagi, rasanya susah dipercaya kalau puluhan tahun silam, ia adalah seorang anak tama
...
KONDISI PETERNAKAN MEMPRIHATINKAN
Pengelolaan PT LBS Diduga Tak Transparan
Senin, 08/02/2010 22:10 WIB
padangmedia.com - SAWAHLUNTO - Belum lagi selesai soal kinerja PT.Lembu Betina Subur (LBS) yang kerap menjadi sorotan DPRD kota ini, kondisi dipeternakan yang terletak di areal Resot Kandih ini, terlihat memprihatinkan
Pengamatan padangmedia.com di lokasi kandang sapi ini, salah seorang petugas Yance, yang ditemui pun enggan menjawab saat ditanya seputar kondisi kandang yang terlihat tak layak.
" Yah, kondisi kandang yang seperti saudara lihat, kalau saudara menilai hancur-hancuran, ya bagaimana menurut yang anda lihat, " kata Yance kepada padangmedia.com, Senin (8/2)
Sementara itu, Direktur keuangan Alfi Syukri yang sebelumnya telah diberitahukan soal kedatangan wartawan, terkesan menghindar.
Lewat pembicaraan telpon sebelumnya, Alfi akan menemui padangmedia.com di lokasi peternakan PT LBS, namun hampir tiga jam menantikan, Mantan Anggota DPRD ini, tak juga kunjung datang.
Banyak kejanggalan yang terjadi dalam pengelolaan usaha peternakan sapi ini, salahsatunya adalah laporan pertanggungjawaban keuangan yang diminta pihak DPRD saat PT.LBS di panggil untuk melakukan dialog di ruang rapat DPRD, terkesan ditunda-tunda.
Pasokan dana PT LBS ini, 75 persen atau Rp. 5,25 Milyar modalnya bersumber dari APBD kota ini yang masih terus mendapat sorotan DPRD dalam laporan pertanggungjawaban keuangannya.
Menanggapi hal tersebut, ketua Komisi A DPRD Sawahlunto, Yuswir mengatakan, Sepertinya ada yang tak beres dengan LBS, banyak hal yang harus dibenahi. Sejak pertemuan dengan pihak LBS Desember tahun lalu, “ Baru beberapa hari ini kita terima laporan pertanggungjawaban itu. padahal waktu itu mereka berjanji hanya beberapa hari saja " katanya kepada padangmedia.com
Selain itu, DPRD akan segera meminta perjelasan kinerja LBS dan akan segera mendesak dengan beberapa pertanyaan seputar biaya operasional dan perputaran keuangan. "Apalagi sekarang sudah di sahkan DPRD untuk penambahan modal Rp1 Milyar lagi. Jangan sampai nanti malah makin tidak beres, " kata anggota DPRD dua periode ini.
Jika ditilik dari Perda 06 tahun 2005 tentang penyertaan modal daerah sebagai pendirian persero terbatas Lembu Betina Subur , penambahan modal tersebut jelas telah mengangkangi perda tersebut karena belum ada revisi untuk perda itu.
Pada pasal 6 ayat 2 perda itu, jelas tertuang bahwa penyertaan modal daerah sebesar 75 persen atau Rp5,25 Milyar dan PT Lembu Jantan Perkasa (LJP) sebesar 25 persen atau Rp1,75 Milyar. Namun kenyataannya, PT. LJP hanya menyertakan modalnya Rp750 juta. (tumpak)
Berita terkait
Komentar Anda
Komentar Anda
Berita lainnya
- PKPU Padang Antar Langsung 1.000 Paket Lebaran
- Harga Telur Ayam Ras Naik
- Layanan Kesehatan Tetap Beroperasi 24 Jam
- Diserbu Pengunjung, Toko Pakaian Buka Sampai Tengah Malam
- Petugas Kebersihan dapat Paket Lebaran dari Rumah Zakat
- Sawahlunto Pusatkan Shalat Idul Fitri di Lapangan Ombilin
- Alumni SMA IV Angkek Canduang Gelar Acara 'Taragak Basuo'







