Terbetik
- Anggota KPU Harus Bisa Bekerja TimRabu, 19 Juni 2013 05:34 wib
- Diknas Pessel Akui Dana Sertifikasi 2012 Tak CukupSelasa, 18 Juni 2013 20:43 wib
- Laporan Polisi Terhadap Walinagari Koto Gadang DicabutSelasa, 18 Juni 2013 20:03 wib
- Tuntut Sertifikasi Guru, Mahasiswa Demo Diknas PesselSelasa, 18 Juni 2013 19:45 wib
- 158 Rumah Diterjang Puting Beliung di Kb.SolokSelasa, 18 Juni 2013 19:20 wib
- Kepedulian Masyarakat Pada Lingkungan Masih RendahSelasa, 18 Juni 2013 19:00 wib
-
Inilah Rute Tour de Singkarak 2013
PADANG -Tour de Singkarak, iven pariwisata dan sport yang dimulai hari ini mempunyai 7 etape ... baca selengkapnya »
Komentar
Meti
Mandiri dengan Tebu Panggang
Meti JasentikaMemiliki wajah kiut dengan lesung pipi tatkala mengulum membuat Meti Jasentika bak seorang gadis model. Gadis ini bukanlah model meskipun suka berpose. Dia juga bukan gadis sampul walau saat berfoto close up dia layak menjadi gadis sampul.
Bukan model, tapi bukan tak pernah menjadi model. Maksudnya apa? Meti bersama kembarnya Meta menjadi model untuk spanduk reklame Tebu Panggang Si Kembar yang tak lain usaha yang ia kelola dan keluarganya.
"Aku nggak pernah menjadi model di tempat lain, khusus untuk spanduk ini saja. Aku berpose sebagai model bersama Meta saudara kembarku," ujar Meti menunjuk sepanduk yang terpasang di belakang mobil pick-up yang dijadikan kedai menjual air tebu dan minuman lainnya yang menyegarkan.
Menurut mahasiswi Universitas Negeri Padang ini, terserah orang memandang dia sebagai apa. Yang jelas ia bukan model melainkan hanyalah seorang penjual tebu panggang yang mangkal di Jalan Khatib Sulaiman, persisnya di depan kantor Diskoperindag Sumbar.
Dengan menjadi seorang pedagang tebu panggang, Meti tidak merasa malu atau minder. Inilah cara ia membantu orangtua. Ia dan Meta, dapat bersekolah dan mengenyam pendidikan tinggi.
"Kami lahir di tengah keluarga sederhana yang telah terbiasa bekerja keras. Jadi bekerja seperti ini tidaklah hina bagi kami," ujar cewek kelahiran 14 Januari 1991 ini.
Saat padangmedia.com menanyakan cita-citanya, Meti dengan mantap menjawab menjadi seorang pendidik. Ia beralasan menjadi pendidik adalah mulia. Ia terobsesi untuk mencerdaskan generasi bangsa.
"Saat ini aku sudah mulai mengajar, meskipun baru mengajar di Pesantren Ramadhan," imbuhnya. (*)





