Terbetik

Komentar

Pelantikan Rektor UBH

Fachri Akui Kekurangan, Niki Bersiap Tinggal Landas

padangmedia.com , Rabu, 03 April 2013 13:43 wib

Pelantikkan Rektor UBH. @padangmedia.com

PADANG - Masih banyak catatan kekurangan yang didapati dalam beberapa bulan terakhir di Universitas Bung Hatta (UBH). Di antaranya, tidak terbangunnya komunikasi yang baik antara warga kampus ke atasnya (yayasan) serta masih ditemukannya egoisme sektoral dan intoleransi.

Hal itu diungkapkan Ketua Yayasan Pendidikan Bung Hatta, Prof.Dr.Fachri Ahmad,MSc usai melantik Prof. Dr. Niki Lukviarman, SE, Akt, MBA sebagai Rektor Universitas Bung Hatta untuk masa bakti 2013 - 2017 di Balairung Caraka UBH, Rabu (3/4).

Fachri menegaskan, selama 5 bulan menjadi Pejabat Sementara (Pjs) Rektor UBH, ia mencermati berbagai kekurangan yang harus dibenahi ke depannya dan menjadi PR bagi Rektor baru. Dimana kekurangan - kekurangan itu sangat mendesak untuk dibenahi demi kemajuan UBH ke depannya.

"Selain menjalin komunikasi yang baik antar warga kampus untuk kemajuan bersama dalam mencapai kualitas lulusan yang baik sehingga mampu bersaing di kancah nasional dan internasional, kita harus berani bermain dengan sistem," imbuhnya.

Ia mengulas, tanpa terbangun komunikasi yang baik dan mencoba bermain dengan sistem yang baik pula, maka sulit untuk dapat mengembangkan potensi yang ada.

"Kepada rektor yang baru saya percaya, ia akan dapat mengembangkan sistem yang lebih baik dan meletakkan dasar wawasan kampus sesuai dengan nama besar yang disandangnya, yaitu seorang Proklamator Republik Indonesia, Bung Hatta," jelasnya.

Sementara itu, Niki Lukviarman yang baru dilantik kepada wartawan mengungkapkan, target pertamanya ialah pembenahan manajemen dan organisasi UBH. Termasuk masalah komunikasi dan intoleransi yang disebutkan oleh Ketua Yayasan.

"Bagi saya, masalah komunikasi dan intoleransi yang terjadi itu merupakan suatu hal yang sangat mengganggu dalam proses pendidikan di lingkungan kampus," ujar Niki.

Ia menambahkan, dalam visinya, ia bertekad meletakkan landasan UBH menuju universitas yang berkelas dunia.

"Saya tidak mengatakan menjadikan UBH sebagai Universitas Berkelas dunia, karena itu membutuhkan waktu dan proses yang sangat panjang. Namun, saya meletakkan landasan UBH menjadi universitas standar internasional agar UBH ke depan mengacu kepada pendidikan berkualitas yang mampu bersaing dalam berbagai lapangan, " tukasnya.

Lebih lanjut Niki mengatakan, UBH harus memiliki posisi khusus, terutama karena ia membawa nama Bung Hatta. Maka, ia harus memiliki spesifikasi di bidang ekonomi atau koperasi seperti tokoh Bung Hatta.

"Nilai khusus Bung Hatta dalam spesifikasinya ini nanti yang akan menjadi nilai jual, dimana dalam stigma orang bahwa lulusan Bung Hatta pasti berkualitas. Bila ia lulusan Ekonomi, maka ia adalah Sarjana Ekonomi yang berkelas," tandasnya.

Dalam acara pelantikan itu, hadir sejumlah pimpinan yayasan pendidikan dan rektor Perguruan Tinggi swasta maupun negeri, Ketua DPRD Sumbar, Perwakilan Pemerintahan Provinsi dan Pemerintahan Kota Padang serta civitas akademika UBH. (der) 

Berita Terkait