Terbetik
- Pasar Padangpanjang Terbakar, Los Ikan Kering HangusRabu, 22 Mei 2013 07:04 wib
- Kantor Nagari Tj Betung Dapat Jatah Jaringan InternetRabu, 22 Mei 2013 06:40 wib
- 7 SD di Rao Utara Kekurangan RKBRabu, 22 Mei 2013 05:53 wib
- Pemkab/Kota Komit Tekan Penyalahgunaan Bahan Berbahaya ...Rabu, 22 Mei 2013 05:46 wib
- Persiapan TdS di Bukittinggi Mencapai 90 PersenSelasa, 21 Mei 2013 23:42 wib
- Bukittinggi Pusat Pengolahan dan Pemasaran Hasil Ternak ...Selasa, 21 Mei 2013 23:20 wib
-
Selain Nabila, Wisnu Mengaku Menghabisi Yanti
Bukittinggi – Tulang belulang manusia ditemukan sekitar 500 meter dari jalan raya dalam semak di daerah Banda Munggu, Jorong Gantiang, Nagari ... baca selengkapnya »
Komentar
Butuh 20 Miliar Membangun Pelabuhan Pendaratan Ikan Tiku
AGAM-Pemkab Agam Sumatera Barat membutuhkan 20 milyar untuk membangun pelabuhan pendaratan ikan yang ada di Tiku Kecamatan Tanjung Mutiara.
Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Agam Ir Ermanto, Jum'at (29/6)/ Dana sebesar itu nantinya akan digunakan untuk membangun pelabuhan tempat bersandar kapal nelayan baik itu dari Tiku sendiri maupun dari daerah luar.
Yang akan dibangun awalnya adalah pelabuhan, pemecah ombak, pengerukan muara pantai serta untuk membuat bongkar muatan kapal nelayan.
"Saat ini kapal nelayan hanya berlabuh di tepi pantai yang berhubungan langsung dengan Samudera Hindia sehingga ombaknya besar, dan sangat berbahaya bagi kapal. Kalau datang badai secara tiba-tiba itu sangat merugikan nelayan," katanya.
Sebelumnya sudah banyak kapal nelayan yang mengalami kerusakan dan ada juga yang pecah karena badai. Kalau adapun pelabuhan itu tidak bisa dipakai karena dalam keadaan rusak, karena tidak sesuai lagi dengan kondisi alam Tiku.
Sekarang ini Tiku memiliki fasilitas lain seperti tempat pelelangan ikan, pendingin, pabrik es, tempat pengisian bahan bakar serta fasilitas lainnya. "Fasilitas ini hanya butuh perawatan saja," ucapnya.
Ermanto menambahkan, dari data DKP Kabupaten Agam jumlah alat tangkap bagan saat ini sebanyak 16 unit, sedangkan data tahun 2001 bagan sebanyak 260 unit sehingga hampir 90% alat tangkap ini rusak karena gelombang besar.
Sedangkan alat tangkap lainya, seperti kapal tonda 36 unit, jaring insang sebanyak 150 unit, masih bisa dipergunakan para nelayan, tidak mengalami kerusakan akibat gelombang.
"Dalam Anggaran Pembangunan dan Belanja Daerah Kabupaten Agam tidak akan mencukupi untuk pembangunan pelabuhan kapal nelayan. Kita akan mengusahakan pembangunan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) 2013,"ulasnya.(wan)





