Terbetik
- Agam Maksimalkan Potensi Pelatih Lokal Rabu, 22 Mei 2013 17:31 wib
- Dua Oknum Pejabat Pemko Disidang Pekan Depan Rabu, 22 Mei 2013 17:23 wib
- Bupati Launching TBM PWI di Pulau PunjungRabu, 22 Mei 2013 16:56 wib
- Polhut Agam Amankan 5 Kubik Kayu tak BertuanRabu, 22 Mei 2013 16:53 wib
- Jadi Caleg, 4 Walinagari di Dharmasraya MundurRabu, 22 Mei 2013 16:32 wib
- Walau Tak Diminati La Paloma Pentaskan Musik Keroncong ...Rabu, 22 Mei 2013 16:01 wib
-
Selain Nabila, Wisnu Mengaku Menghabisi Yanti
Bukittinggi – Tulang belulang manusia ditemukan sekitar 500 meter dari jalan raya dalam semak di daerah Banda Munggu, Jorong Gantiang, Nagari ... baca selengkapnya »
Komentar
50 KK Warga Gadih Angek Tiku Masih Terisolasi
AGAM- Lebih kurang sebanyak 50 KK Masyarakat Gadih Angik Nagari Tiku Utara Kecamatan Tanjung Mutiara masih terisolasi oleh banjir yang sudah terjadi tiga hari semenjak hujan yang tidak ada henti-hentinya, sampai saat sekarang sembako sudah mulai menipis.
Banjir yang terjadi semenjak tiga hari yang lalu semenjak terjadi hujan deras mengakibatkan masyarakat Gadih Angik masih terisolasi. Sampai Sabtu sore (5/11) saat Tim Badan Penangulangan Bencana Daerah Kabupaten Agam turun kelapangan, kondisi warga masih terisolasi.
"Sebanyak lebih kurang 50 kepala keluarga dengan jumlah penduduk diperkirakan sampai dengan 150 orang masih terisolasi karena banjir yang mencapai 2 meter" Kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Agam Martiaswanto dilokasi banjir, Sabtu (5/11)sore.
Dia menambahkan saat ditinjau ke daerah tempat masyarakat tinggal tersebut banjir yang terjadi mencapai 2 meter disepanjang jalan masuk ke perkampungan tersebut, sedangkan dilokasi rumah rumah mereka hanya sampai pinggang orang dewasa.
Mengenai bahan makanan mereka memang sudah menipis akan tetapi masih cukup sampai hari Senin. Makanya, Senin besok, akan dilakukan peninjuan kembali dengan membawa bahan makanan.
Martias juga menyebutkan, sampai saat sekarang masyarakat Gadih Angik tidak bisa kemana-mana karena tingginya air yang menggenangi jalan yang akan dilewati, sedangkan tentang korban hanyut sampai sekarang tidak ada laporan dari masyarakat.
Untuk saat sekarang masyarakat Gadih Angit belum perlu diungsikan karena masih bisa tinggal di rumah mereka. Apalagi, masyarakat setempat juga tidak mau meninggalkan rumahnya.
Sedangkan untuk masyarakat yang tinggal disepanjang Batang Masang PT Minang Agro menyiapkan satu buah alat angkut dengan mobil jenis tronton yang bisa membawa motor dan manusia.(wan)





