Pengelolaan Limbah PT Incasi Raya Belum Optimal

padangmedia.com , Minggu, 14 Juli 2013 13:24 wib

PAINAN- Hasil analisa Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) terhadap limbah Pabrik Crude Palm Oil (CPO) PT Incasi Raya di Muaro Sakai Kecamatan Pancung Soal tidak menunjukkan indikasi adanya pencemaran terhadap sungai. Meski demikian, Instalasi Pengolahan Limbah (IPAL) perusahaan tersebut belum optimal.

Hal itu dipaparkan Kepala Bappedalda Provinsi Sumatera Barat Azrian Aznan kepada Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumatera Barat Sabtu (13/7). Komisi III DPRD Sumbar mendatangi pabrik CPO tersebut menyikapi pengaduan masyarakat mengenai indikasi pencemaran air sungai akibat limbah yang dihasilkan pabrik CPO PT Incasi Raya ke DPRD.

" Dari hasil analisa tim investigasi, pengolahan limbah PT Incasi Raya belum optimal, namun sejauh ini belum ditemukan pencemaran terhadap sungai," paparnya.

 Azrian menyatakan, tidak menemukan adanya limbah pabrik yang dibuang langsung ke sungai.

Keterangan Kepala Bapedalda ini diragukan oleh anggota Komisi III DPRD Sumbar. M. Tauhid, salah seorang anggota Komisi meminta tidak ada yang ditutup-tutupi dalam pengujian tersebut.

" Ini menyangkut nasib masyarakat dalam jangka panjang. Jadi sebaiknya dilakukan secara terbuka dan tidak ada dusta," katanya.

Sementara Zulkifli Jailani menampik semua analisa yang dibuat pihak Bapedalda. Mantan aktifis lingkungan ini meminta pengujian ulang dengan melibatkan pihak independen yang berkompeten dan mengikutsertakan masyarakat setempat.

" Hasil pengujian sampel yang dilakukan tidak logis. Harus diuji ulang dengan melibatkan masyarakat dan pihak independen," ujarnya.

Pendapat senada juga dilontarkan Bachtul. Ia menyarankan pengujian ulang dilakukan lebih transparan sehingga semua pihak dapat menerimanya.

Selain meminta pengujian ulang, anggota Komisi III DPRD Sumbar juga mempertanyakan komitmen PT Incasi Raya dalam menyalurkan dana CSR kepada masyarakat.

Zulkifli Jailani meminta pihak perusahaan dapat memperhatikan masyarakat terdampak di sekitar lingkungan perkebunan dan pabrik.

Syahrial Jufri, Humas PT Incasi Raya terkait persoalan pengolahan limbah, akan melakukan peningkatan kapasitas kemampuan pengelolaan sehingga bisa lebih dioptimalkan.

" Dengan adanya hasil analisa dan masukan dari anggota DPRD ini, kami akan berusaha lebih optimal lagi," katanya.

Sedangkan mengenai dana CSR, pihaknya mengaku sudah menyalurkannya kepada masyarakat. Ia berjanji kedepan akan lebih mengoptimalkan penyaluran dana CSR sehingga membawa dampak untuk kesejahteraan masyarakat sekitar perkebunan.

Kedatangan anggota Komisi III DPRD Sumbar ke pabrik PT Incasi Raya adalah dalam rangka menyikapi pengaduan masyarakat setempat yang menduga perusahaan telah membuang limbah pabrik langsung ke sungai sehingga menyebabkan pencemaran.

Masyarakat mengadukan, akibat pencemaran tersebut, ikan dan lokan di sungai Batang Tapan dan Batang Sindang mati. Lokan adalah sejenis kerang yang bisa dimakan. Masyarakat Muaro Sakai banyak yang berprofesi sebagai pencari lokan.(feb)

Berita Terkait