Terbetik
- Kompor Sambar Bensin, 1 Rumah Terbakar di GatesSenin, 20 Mei 2013 22:28 wib
- Korban Longsor Kampung Dadok Agam Pertanyakan Pembangunan ...Senin, 20 Mei 2013 20:57 wib
- Tamatan SMK di Padang Dilirik Dunia Usaha MalaysiaSenin, 20 Mei 2013 20:06 wib
- Ini Dia Camat Terbaik Tingkat Kota Padang Tahun 2013Senin, 20 Mei 2013 19:32 wib
- Tundukan SMP Hikmah 3:1, SMP 4 Melaju ke FinalSenin, 20 Mei 2013 19:05 wib
- Ini Dia Jawara Hafal Juz Amma Tingkat SD Kota PadangSenin, 20 Mei 2013 17:53 wib
-
Selain Nabila, Wisnu Mengaku Menghabisi Yanti
Bukittinggi – Tulang belulang manusia ditemukan sekitar 500 meter dari jalan raya dalam semak di daerah Banda Munggu, Jorong Gantiang, Nagari ... baca selengkapnya »
Komentar
Anggota DPRD Sumbar Minta Pemborong Tuntaskan Pembangunan Jembatan Manggilang
PADANG-Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sematera Barat Muslim Yatim minta pemborong serius dalam menyiapkan pembangunan jembatan di Nagari Manggilang Kabupaten Lima Puluh Kota.
Muslim Yatim merasa kecewa terhadap pembangunan tahap pertama jembatan dengan dana sekitar Rp.800 juta di Nagari Manggilang Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota tersebut.
"Pembangunan tahap pertama jembatanitu dengan dana sekitar Rp. 800 juta tidak sesuai dengan harapan masyarakat setempat," kata dia kepada padangmedia.com Minggu (10/6).
Menurut Muslim, setelah melihat dilapangan pembangunan jembatan tersebut terlalu tinggi lebih kurang 3 meter sementara jaraknya dari jalan Negara hanya sekitar 10 meter. Dikhawatirkan akan menimbulkan bahaya bagi masyarakat.
Dikatakan selain lokasi yang sempit karena diapit perumahan warga, jarak jembatan ini terlalu dekat dari simpang tiga yang menghubungkan jembatan itu dengan jalan lintas Sumatera.
"Kondisi tersebut dikhawatirkan karena kendaraan yang melintasi jembatan tersebut tidak kelihatan dari pengguna jalan raya yang datang dari seberang sana," kata politisi PKS tersebut.
Menurut Muslim dalam pelaksanaannya hingga saat ini, juga banyak leporan yang disampaikan masyarakat mengenai lahan dan bangunan mereka yang rusak oleh pembangunan jembatan.
Dia juga mengatakan selama pembangunan jembatan tersebut pemborong tidak menyediakan jembatan alternatif sedangkan jembatan tersebut merupakan penyeberangan masyarakat satu-satunya.
"Masyarakat yang merasa dirugikan meminta ada kejelasan dari pihak perusahaan. Juga menyangkut tanah dan bangunan mereka yang terkena dampak dari pembangunan," katanya.
Jembatan yang tengah dikerjakan itu, tambahnya, merupakan satu-satunya akses masyarakat setempat dalam melakukan aktifitas ekonomi, terutama untuk mengangkut hasil gambir dan karet.
"Persoalan ini mesti cepat dituntaskan oleh perusahaan sebelum menimbulkan masalah yang lebih besar.Tahun ini pembangunan jembatan tahap ke II segera dilanjutkan dengan dana sekitar 300 juta yang juga dimenangkan oleh perusahaan yang sama. Makanya, kita minta kepada perusahaan supaya dapat bekerja dengan lebih maksimal serta dapat menyelesaikan persoalan yang ada," ulasnya.(lied)





