Terbetik
- 113 Kuda Berpacu di 14 Race PenyisihanRabu, 19 Juni 2013 11:46 wib
- Masyarakat Bisa Lihat Profil Caleg di Situs KPURabu, 19 Juni 2013 10:48 wib
- Kantor BPR Tapus Dibobol MalingRabu, 19 Juni 2013 10:30 wib
- KPMPT Agam Kini Dilengkapi Tempat Bermain AnakRabu, 19 Juni 2013 10:04 wib
- Pembebasan Lahan Jadi Kendala Pembangunan Fisik di ...Rabu, 19 Juni 2013 08:10 wib
- Juara Talenta Kid Tampil di Hadapan Senator SumbarRabu, 19 Juni 2013 06:25 wib
-
Inilah Rute Tour de Singkarak 2013
PADANG -Tour de Singkarak, iven pariwisata dan sport yang dimulai hari ini mempunyai 7 etape ... baca selengkapnya »
Komentar
Ketua DPRD Sumbar Tinjau UN di Solok
SOLOK - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SLTA di Sumbar, mendapat respon positif dari Ketua DPRD Sumbar, Ir.H.Yultekhnil,MM. Didampingi Kepada Dinas Pendidikan Sumbar, Drs.H. Syamsurizal,MM Yusltekhnil meninjau langsung pelaksanaan UN hari kedua pada beberapa sekolah di Kabupaten Solok dan berdialog langsung dengan para siswa usai melaksanakan UN.
"Lumayan berat lah pak, apalagi pengawas yang sering bolak-balik cukup mengganggu kosentrasi kami," ujar beberapa siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Koto Baru Kabupaten Solok kepada Ketua DPRD Sumbar Yultekhnil yang mengunjungi mereka, usai pelaksanaan ujian Bahasa Inggris, Selasa (17/4).
Namun ketika ditanya Yultekhnil yang juga didampingi ulama Buya H. Bgd. M. Letter apakah ada diantara soal yang diuji belum diajarkan di sekolah, semua murid yang ditemui menyatakan bahwa soal yang diujikan umumnya sudah diajarkan oleh guru masing-masing.
Begitu juga ketika mengunjungi SMA Negeri 1 Gunung Talang dan SMA Negeri 1 Lembang jaya Kabupaten Solok , umumnya para siswa menjawab jika materi yang diujikan sudah diajarkan di sekolah mereka.
Sementara ketika mengunjungi SMA Negeri 4 Padang, Yultekhnil dan Syamsurizal mendapatkan satu kasus, dimana sejak pelaksanaan UN, satu orang tidak ikut ujian disebabkan sakit.
"Tapi orang tua korban ada memberitahunya, dan kami katakan kalau bisa ikut ujian susulan nanti, silahkan," ujar salah seorang pegawas di SMA 4 Padang kepada Yultekhnil.
Menjawab pertanyaan wartawan, Yultekhnil menyatakan jika kunjungan yang dilakukannya merupakan bentuk kepeduliannya terhadap isu-isu yang berkembang tentang adanya soal-soal yang diujikan belum diajarkan di sekolah, tentang kunci yang beredar dan sebagainya.
"Ternyata seperti yang ada dengar sendiri tadi, bahwa semua soal yang diujikan sudah diajarkan di sekolah. Jadi semua tergantung kemampuan siswa menjawab soal yang diujikan," kata Yultekhnil didampingi Kadis Pendidikan Sumbar Syamsurizal.
Sedangkan tentang isu kunci jawaban yang beredar, setelah mengadakan dialog dengan para siswa, membuat perasaan Yultekhnil tenang. Sebab, umumnya siswa menyatakan tidak peduli dengan kunci jawaban yang beredar, karena tidak diyakini kebenarannya, sehingga siswa memilih untuk menjawab berdasarkan pengetahuannya sendiri.
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Sumbar Syamsurizal menyatakan, belum ditemukan adanya kasus yang berarti. " Semoga saja, hingga UN berakhir tidak ada kasus yang berat," katanya. (hums DPRD)





