Terbetik
- Bank Syariah Belum Tersosialisasi dengan MaksimalRabu, 19 Juni 2013 22:28 wib
- Kebakaran Lahan Nyaris Sampai Ke Pemukiman WargaRabu, 19 Juni 2013 21:23 wib
- Ini dia syarat Pra Pendaftaran PSBRabu, 19 Juni 2013 20:58 wib
- Eksistensi Kebudayaan Suku Mentawai Sebagai Wujud ...Rabu, 19 Juni 2013 20:24 wib
- Calon Siswa Luar Daerah Berebut Jatah 3 PersenRabu, 19 Juni 2013 19:17 wib
- Negeri Hanya Tampung 45 persen Siswa BaruRabu, 19 Juni 2013 18:12 wib
-
Inilah Rute Tour de Singkarak 2013
PADANG -Tour de Singkarak, iven pariwisata dan sport yang dimulai hari ini mempunyai 7 etape ... baca selengkapnya »
Komentar
Kampiun Aia Badarun

Menemukan rumah makan Aia Badarun, tidaklah sukar. Melewati ruas jalan raya dari Padang ke Bukittinggi, disisi kanan sekitar 7 kilometer dari Padangpanjang, anda akan temui rumah makan ini dengan halaman tempat parkir yang cukup luas. Aia Badarun terletak di Aia Angek, koto Baru Tanah Datar berjarak lebih kurang 80 km dari Bandara Internasional Minangkabau. Seperti kebanyakan rumah makan Padang lainnya, di Aia Badarun anda dapat menikmati masakan Padang yang khas dengan berbagai menu. Selain suasana lingkungan yang adem karena berada di ketinggian, menikmati santapan di Aia Badarun menjadi lebih menarik karena di rumah makan ini juga tersedia Bubur Kampiun dan Nasi Tuai yang mungkin sudah jarang anda temukan di rumah makan atau restoran di Sumatera Barat. Dulu, ketika Bofet Alima di Pasar Raya Padang masih ada, Kampiun adalah makanan unggulannya. Bubur kampiun dan nasi tuai termasuk salah satu makanan tradisional Minangkabau. Pada masa dulu, kampiun sering dimasukkan sebagai salah satu makanan saat ?maantakan pabukoan?. Di Aia Badarun, kampiun dan nasi Tuai juga menjadi andalan. Makanya, ketika kita melangkah memasuki rumah makan, di pintu masuk bagian kanan, kita dapat melihat etalase khusus berisi beberapa wajan dengan aneka ragam makanan sebagai campuran kampiun. Selain itu juga terlihat nasi tuai dan pecal. Kadang-kadang juga tersedia ?lapek Bugih? Bubur Kampiun, dari namanya bisa diartikan campuran. Karena kampiun terdiri dari beberapa jenis makanan. Ada bubur putih, bubur cande, cendol delima, kolak pisang atau kolak labu, kuah santan gula merah. Bubur putih, terbuat dari tepung beras, sedangkan bubur cande , terbuat dari tepung beras dicampur tepung ubi kayu (tepung parancih). Adonan tepung diaduk dengan air sehingga menjadi kenyal dan di buat bulat2 kemudian dimasak dengan santan gula merah. Ada juga cendol delima, kolak dan ketan putih/hitam. Semuanya di aduk, jadilah kampiun. Ada juga nasi tuai. Sebetulnya bukan terbuat dari nasi tetapi berupa ketan, dicetak dengan cetakan bulat. Diberi santan kental juga dengan gula merah. Kampiun di rumah makan ini disajikan dalam gelas berbentuk mangkuk. Satu porsinya Rp.10.000,-. Nasi tuai satu porsinya , sama Sepuluh ribu rupiah. Jika ditilik harga, seperti disampaikan Pak haji pemilik rumah makan ini, memang kedengarannya mahal. Tetapi harga itu sesuai dengan kualitasnya. Kampiun buatan ? induak samang ? pak Haji memang lain dari pada yang lain. Rasanya sangat khas. Bagi orang yang mengerti dengan rasa, maka boleh dikatakan kampiun ini termasuk golongan masakan bagi orang berselera tinggi. Tidak salah bila banyak orang-orang dengan mobil pribadi sengaja mampir yang khusus hanya untuk mencicipi kampiun Aia Badarun atau membeli untuk dibungkus bawa pulang. Tapi tunggu dulu, jangan percaya begitu saja, silahkan coba dan rasakan. Tidak ada salahnya jika anda mampir untuk mencicipinya. Selamat mencoba. (nit)





