Program Bedah Rumah dan Bedah Kampung

2013, Ratusan Rumah Warga Miskin di Padang Dibedah

padangmedia.com , Selasa, 01 Oktober 2013 14:38 wib

@padangmedia.com

PADANG - Tahun 2013 ini, Pemerintah Kota Padang melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja melakukan bedah rumah terhadap 50 unit rumah bagi 50 keluarga miskin yang tersebar pada 8 kecamatan. Total bantuan untuk perbaikan rumah ini sebesar Rp500 juta, masing - masing menerima sebesar Rp10 juta.

Selain itu, tahun ini Pemko Padang juga menerima program Bedah Kampung Rehabilitasi Sosial Rumah Tidak Layak Huni (RS RTLH)  dari Kementerian Sosial RI sebanyak 200 unit rumah, masing-masing juga memperoleh Rp10 juta, yang telah dilaksanakan dari Januari hingga Maret 2013.

Adapun 50 unit bantuan rehab rumah tersebut pada 8 kecamatan, yakni Lubuk Kilangan 6 unit rumah, Lubeg 6 unit rumah, Pauh 6 unit, Bungus Teluk Kabung 6 unit, Kuranji 6 unit, Nanggalo 7 unit, Padang Timur 6  unit, Koto Tangah  1 unit, serta  Padang Selatan 6 unit. Untuk pekerjaan rehab rumah dilakukan dengan cara bergotong-royong bersama tetangga atau warga.

"Untuk penentuan rumah warga miskin yang menerima bantuan, sebelumnya telah diteliti terlebih dahulu. Jadi, tidak perlu ada kecemburuan dari warga lainnya, sebab nanti ada gilirannya, harus bersabar. Apalagi dana bantuan rehab rumah itu berasal dari zakat para pegawai negeri Pemko Padang (Baznas), ketentuannya sudah ada. Untuk manfaatkan dengan sebaik-baiknya, jangan disalahgunakan," sebut Wakil Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah kepada wartawan usai penyerahan bantuan di Kantor Dinsosnaker Padang, Selasa (1/10).

Sedangkan Sekretaris Dinas Sosnaker, Syamsul Siregar menjelaskan,  total dana bantuan dari Kementerian Sosial RI  Rp2 miliar. Warga miskin yang menerima bantuan rehab rumah  juga tersebar di Kecamatan Padang Barat 60 unit, Padang Utara 60 unit, Koto Tangah 80 unit dan membangun tiga fasilitas umum di Padang Utara.

Kemudian, Kelurahan Alai Parak Kopi  gedung pertemuan senilai Rp50 juta. Di Kecamatan Padang Barat, Kelurahan Olo dibangun sarana MCK Rp 50 juta.  Di Kecamatan Koto Tangah, di Kelurahan Ikur Koto juga dibangun MCK dan  saluran air dengan dana Rp 50 juta.

"Semua dana diserahkan secara cash transfer ke rekening penerima, hanya digunakan untuk membeli bahan. Sedangkan upah tukang dilakukan secara gotong royong. Kementerian Sosial RI telah melakukan penelitian terhadap bantuan yang diberikan kepada warga," terang Syamsul. (der)

Berita Terkait