Terbetik

Pasca Lebaran, Harga Daging Sapi Mulai Turun

padangmedia.com , Selasa, 13 Agustus 2013 12:14 wib

JAKARTA- Harga jual daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Jakarta dan beberapa daerah lain terpantau mulai bergerak turun, pasca lebaran. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Srie Agustina mengungkapkan sejak 10 Agustus lalu harga daging di Jakarta turun menjadi Rp100 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp120 ribu atau turun 16,7 persen. 

“ Memang masih cukup tinggi namun sudah mulai bergerak turun. Di Pasar Senen, Pasar Kranji, Pasar Cakung, Pasar Rawabadak dan Pasar Karang Sembung di Cirebon, misalnya, pada 7 Agustus harga daging sapi mencapai Rp120.000 namun pada 10 Agustus turun menjadi Rp100.000 per kilogram atau turun sebesar 16,7 persen,” jelasnya.

Kemudian, lanjut Srie, di Pasar Grogol, Pasar Kebayoran Lama, Pasar Klender, dan Pasar Cinde di Palembang turun dari Rp. 110.000/kg menjadi Rp. 100.000/kg. Di beberapa pasar bahkan sudah turun hingga mencapai di bawah Rp. 100.000/kg, misalnya di Pasar Cipete harga daging sapi per tanggal 10 Agustus telah turun menjadi Rp. 94.000/kg dan di Pasar Ciputat Lama Rp. 95.000/kg.

Sementara itu, harga daging sapi di pasar ritel modern masih di bawah 100.000/kg. “Di Giant Jakarta, harga daging sapi saat ini sebesar Rp. 99.990/kg, sedangkan di Hypermart Jakarta Rp. 92.450/kg Hypermart di Palembang, harga daging sapi bahkan mencapai Rp. 85.000/kg dan di Carefour Jakarta Rp. 84.900/kg,” imbuh Srie.

Menurut Srie, penurun harga daging sapi, khususnya di pasar‐pasar tradisional, disebabkan karena masuknya ribuan sapi impor siap potong pada tanggal 7 Agustus 2013 kemarin ke Indonesia. 

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Bachrul Chairi, pada kesempatan yang berbeda, menjelaskan bahwa per tanggal 7 Agustus 2013, sebanyak 8.990 ekor sapi impor siap potong telah masuk ke Indonesia. 

“Pengapalan terakhir untuk sapi siap potong ini adalah tanggal 23 Agustus 2013, sehingga nantinya keseluruhan sapi impor siap potong mencapai jumlah 24.750 ekor,” ujarnya.

Kemudian Bachrul mengatakan bahwa sapi yang telah dipotong sampai dengan tanggal 7 Agustus 2013 berjumlah 2.590 ekor. Pemotongan sapi tersebut dilakukan di beberapa Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di wilayah  Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi( Jabodetabek ). 

“ Untuk daging sapi segar yang telah dipotong telah didistribusikan ke beberapa pasar, diantaranya Pasar Rawamangun, Pasar Tangerang, Pasar Tanah Abang, Pasar Jakarta Barat, Pasar Minggu, Pasar Senen, Pasar Kebayoran Lama dan Baru, Pasar Rumput, Pasar Anyar Tangerang, Pasar Ciputat, Pasar Palmerah, Pasar Perumnas Klender, Pasar Jati Asih, Pasar Sumber Arta, Pasar Pondok Gede, Pasar Kincan Kali Malang, Pasar Pulo Gadung, Pasar Klender, Pasar Parung Panjang, Pasar Singaparna Tasikmalaya, Pasar Cikupa Tanggerang, Pasar Panorama Lembang, Pasar Cikampek Purwakarta, Pasar Jumat Purwakarta, Pasar Terminal Subang, Pasar Ciasem Subang, Pasar Ciroyom Bandung, Pasar Bogor, Pasar Ciampelas, dan Pasar Enjo,” urai Bachrul. 

Sapi siap potong yang diimpor sekitar 25.000 ekor terdiri dari tiga kategori, yaitu jenis sapi bakalan yang bobotnya melebihi 350 kg, sapi betina dan sapi bull jantan yang sudah tua. Sapi-sapi ini diberikan makanan dari rumputan, sehingga menghasilkan lemak yang warnanya kekuningan dan lebih tebal dari pada sapi yang dibesarkan di penggemukan. Bachrul mengungkapkan bahwa ada sedikit kendala dalam penjualan daging sapi berlemak tebal tersebut. 

“ Menjelang lebaran, banyak pekerja penjagalan yang seharusnya bertugas memisahkan daging dan lemak sapi pulang mudik. Hal ini menyebabkan sulit menjual daging sapinya, meskipun ada beberapa RPH tidak keberatan menjual daging yang berlemak kuning dan tebal, misalnya RPH Pulo Gadung,” imbuhnya. (feb/*)

Pasca Lebaran, Harga Daging Sapi Mulai Turun
JAKARTA- Harga jual daging sapi di sejumlah pasar tradisional di Jakarta dan beberapa daerah lain terpantau mulai bergerak turun, pasca lebaran. Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Srie Agustina mengungkapkan sejak 10 Agustus lalu harga daging di Jakarta turun menjadi Rp100 ribu per kilogram dari sebelumnya Rp120 ribu atau turun 16,7 persen. 
“ Memang masih cukup tinggi namun sudah mulai bergerak turun. Di Pasar Senen, Pasar Kranji, Pasar Cakung, Pasar Rawabadak dan Pasar Karang Sembung di Cirebon, misalnya, pada 7 Agustus harga daging sapi mencapai Rp120.000 namun pada 10 Agustus turun menjadi Rp100.000 per kilogram atau turun sebesar 16,7 persen,” jelasnya.
Kemudian, lanjut Srie, di Pasar Grogol, Pasar Kebayoran Lama, Pasar Klender, dan Pasar Cinde di Palembang turun dari Rp. 110.000/kg menjadi Rp. 100.000/kg. Di beberapa pasar bahkan sudah turun hingga mencapai di bawah Rp. 100.000/kg, misalnya di Pasar Cipete harga daging sapi per tanggal 10 Agustus telah turun menjadi Rp. 94.000/kg dan di Pasar Ciputat Lama Rp. 95.000/kg.
Sementara itu, harga daging sapi di pasar ritel modern masih di bawah 100.000/kg. “Di Giant Jakarta, harga daging sapi saat ini sebesar Rp. 99.990/kg, sedangkan di Hypermart Jakarta Rp. 92.450/kg.
Hypermart di Palembang, harga daging sapi bahkan mencapai Rp. 85.000/kg dan di Carefour Jakarta Rp. 84.900/kg,” imbuh Srie.
Menurut Srie, penurun harga daging sapi, khususnya di pasar‐pasar tradisional, disebabkan karena masuknya ribuan sapi impor siap potong pada tanggal 7 Agustus 2013 kemarin ke Indonesia. 
Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Bachrul Chairi, pada kesempatan yang berbeda, menjelaskan bahwa per tanggal 7 Agustus 2013, sebanyak 8.990 ekor sapi impor siap potong telah masuk ke Indonesia. 
“Pengapalan terakhir untuk sapi siap potong ini adalah tanggal 23 Agustus 2013, sehingga nantinya keseluruhan sapi impor siap potong mencapai jumlah 24.750 ekor,” ujarnya.
Kemudian Bachrul mengatakan bahwa sapi yang telah dipotong sampai dengan tanggal 7 Agustus 2013 berjumlah 2.590 ekor. Pemotongan sapi tersebut dilakukan di beberapa Rumah Pemotongan Hewan (RPH) di wilayah  Jakarta Bogor Depok Tangerang Bekasi( Jabodetabek ). 
“ Untuk daging sapi segar yang telah dipotong telah didistribusikan ke beberapa pasar, diantaranya Pasar Rawamangun, Pasar Tangerang, Pasar Tanah Abang, Pasar Jakarta Barat, Pasar Minggu, Pasar
Senen, Pasar Kebayoran Lama dan Baru, Pasar Rumput, Pasar Anyar Tangerang, Pasar Ciputat, Pasar Palmerah, Pasar Perumnas Klender, Pasar Jati Asih, Pasar Sumber Arta, Pasar Pondok Gede, Pasar
Kincan Kali Malang, Pasar Pulo Gadung, Pasar Klender, Pasar Parung Panjang, Pasar Singaparna Tasikmalaya, Pasar Cikupa Tanggerang, Pasar Panorama Lembang, Pasar Cikampek Purwakarta,
Pasar Jumat Purwakarta, Pasar Terminal Subang, Pasar Ciasem Subang, Pasar Ciroyom Bandung, Pasar Bogor, Pasar Ciampelas, dan Pasar Enjo,” urai Bachrul. 
Sapi siap potong yang diimpor sekitar 25.000 ekor terdiri dari tiga kategori, yaitu jenis sapi bakalan yang bobotnya melebihi 350 kg, sapi betina dan sapi bull jantan yang sudah tua. Sapi-sapi ini diberikan makanan dari rumputan, sehingga menghasilkan lemak yang warnanya kekuningan dan lebih tebal dari pada sapi yang dibesarkan di penggemukan. Bachrul mengungkapkan bahwa ada sedikit kendala dalam penjualan daging sapi berlemak tebal tersebut. 
“Menjelang lebaran, banyak pekerja penjagalan yang seharusnya bertugas memisahkan daging dan lemak sapi pulang mudik. Hal ini menyebabkan sulit menjual daging sapinya, meskipun ada beberapa RPH tidak keberatan menjual daging yang berlemak kuning dan tebal, misalnya RPH Pulo Gadung,” imbuhnya. (feb/*
Berita Terkait