Misteri Terbakarnya Kubang Gadang Koto Tuo

Dua Hari Terbakar, Kulit dan Daun Tetap Segar

padangmedia.com , Kamis, 27 Juni 2013 13:15 wib

PADANGPANJANG - Meskipun mulai terbakar sejak Rabu (26/6) pagi, sebuah pohon yang dikenal warga Batang Kubang Gadang di Nagari Koto Tuo Panyalaian, Kecamatan Batipuah X Koto Kabupaten Tanah Datar, hingga Kamis (27/6) pagi tadi masih mengepulkan asap.

Asap tampak masih mengepul di bagian bawah pohon yang menjadi ciri khas nagari Koto Tuo Panyalaian. Uniknya, meski sudah sehari lebih terbakar, kulit batang dan daun Kubang Gadang tidak layu atau gosong.

Kubang Gadang yang diperkirakaan sudah berusia ratusan tahun tersebut terbakar pada Rabu pagi sekitar jam 06.00 WIB. Pemuda setempat, Ramon Zamora yang mengetahui pohon tua itu terbakar berupaya memadamkan api bersama tiga temannya. Namun, api justru semakin membesar dan membuat pemuda tersebut kewalahan dan langsung melaporkannya ke UPTD Pemadam Kebakaran Kota Padangpanjang.

Kendaraan Pemadam kebakaran sekitar empat jam kemudian berhasil memadamkan api. Namun, sorenya api kembali membesar dan beberapa kali kendaraan pemadam kembali berupaya memadamkan api.

Tokoh masyarakat setempat, Asril Dt Pangulu Batuah mengungkapkan, meskipun api telah padam sejak tadi malam, namun sekitar pukul 04.00 pagi tadi, api kembali menyala cukup besar. Mengetahui kejadian tersebut, beberapa unit pemadam kebakaran dari Pemadam Kebakaran Kota Padangpanjang dan Kota Bukittinggi kembali coba memadamkan api.

"Saat mulai terbakar, diketahui ular besar sebesar paha orang dewasa masuk ke dalam Kubang Gadang yang sudah berongga di bagian pangkalnya. Masyarakat di sini memperkirakan ular yang belum diketahui jenisnya tersebut adalah penghuni Kubang Gabang," kata Dt Pangulu Batuah kepada padangmedia.com.

Hingga subuh pagi tadi, sudah sekitar 40-an unit kendaraan pemadam kebakaran datang memadamkan api yang membakar bagian dalam batang Kubang Gadang tersebut. Tapi anehnya, setelah terbakar sejak pagi kemaren hingga subuh pagi tidak terlihat kulit Batang Kubang yang terbakar dan dedaunan yang layu.

Untuk berjaga-jaga, masyarakat setempat memagari lokasi Kubang Gadang, karena masyarakat setempat juga khawatir jika pohon setinggi 40 meter tersebut tumbang. Sementara itu, meskipun tumbuh di jalur lintas Padangpanjang - Bukittinggi yang dipadati kendaraan dan banyaknya masyarakat yang menyaksikan misteri Kubang Gadang, arus lalulintas masih tetap stabil dan lancar. (isril)