Indonesia Perkuat Kesiapan Hadapi Pasar Bebas ASEAN

padangmedia.com , Kamis, 07 Maret 2013 05:23 wib

JAKARTA – Indonesia semakin memperkuat kesiapan melihat peluang sekaligus menghadapi tantangan pasar bebas ASEAN 2015. Bekerjasama dengan Pusat penelitian Singapura, Temasek Foundation Centre for Trade and Negotiations (TFCTN), Indonesia memperdalam keahlian para pembuat kesepakatan dagang yang melibatkan negara-negara anggota Asosiation of South East Asian Nation (ASEAN).

Kerjasama dijalin dalam pelaksanaan Workshop bertema “Realizing The ASEAN Economic Community (AEC) and Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP): Opportunities and Challenges,” pada 5 sampai 7 Maret 2013 di Kementerian Perdagangan, Jakarta. Workshop juga didukung oleh Kedutaan Besar Inggris di Jakarta.

Wakil Menteri Perdagangan RI, Bayu Krisnamurthi dan Duta Besar Inggris, Mark Canning membuka pelatihan tersebut, Selasa (5/3). Workshop membahas seputar kesepakatan perdagangan di wilayah ASEAN yang ditujukan untuk para pejabat senior pemerintah Indonesia dan negara ASEAN lainnya yang secara aktif terlibat dalam pengembangan, perundingan, maupun penerapan kebijakan perdagangan. 

Bayu menjelaskan, workshop tersebut merupakan bagian dari upaya untuk mengeksplorasi pengembangan pergerakan kesepakatan perdagangan di Asia Pasifik, termasuk AEC yang mulai berlaku pada 2015. Basis konseptual, implementasi dan evaluasi harus dilakukan dengan menitikberatkan pada bukti dan berdasarkan fakta-fakta, bukan pada dugaan atau emosional semata. 

“Dengan memahami pembangunan, maka strategi dan kebijakan berdasarkan fakta harus dikonstruksikan secara menyeluruh dan cermat. Penting untuk memahami lingkungan strategis untuk mengantisipasi kerugian dan meningkatkan keuntungan dari kerja sama internasional,” katanya.

Sementara itu, Duta Besar Inggris Mark Canning menyatakan,  Inggris telah lama menjadi pemimpin dalam perdagangan bebas dan mendukung kesepakatan-kesepakatan yang dapat membantu membuka perdagangan, dimana hal tersebut merupakan perangkat penting untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pembangunan. 

“Saya bangga bahwa Pemerintah Inggris dapat mendukung pelatihan ini,” ujar Mark Canning. 

ASEAN Economic Community (AEC) atau Masyarakat Ekonomi ASEAN akan dimulai pada tahun 2015. Keinginan ASEAN untuk membentuk komunitas ekonomi ini tentunya akan menciptakan kesempatan dan tantangan. Kesempatan yang akan diperoleh, antara lain terbentuknya pasar tunggal ASEAN dan basis produksi yang terintegrasi. Selain itu, juga akan terjadi arus barang jasa, investasi, modal, serta tenaga kerja ahli secara bebas. 

Sementara itu, Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) adalah dasar untuk mengharmonisasi Kesepakatan Perdagangan Bebas (FTAs) di bawah payung ASEAN dan diharapkan menjadi sebuah batu loncatan menuju integrasi yang lebih besar antara ASEAN dengan negara mitra dagangnya.

RCEP merupakan sebuah titik balik menuju integrasi ASEAN yang lebih luas dengan komunitas internasional. Hal ini merupakan sebuah langkah yang luar biasa dalam menumbuhkan formasi AEC. (feb/*)

Berita Terkait