Terbetik

Komentar

Kasus Penodongan Wartawan

Irwasum Mabes Polri Bertemu Walikota Padang

padangmedia.com , Jumat, 22 Februari 2013 15:49 wib

PADANG - Lambannya respon pihak kepolisian dalam penanganan kasus penodongan senjata api terhadap sejumlah wartawan yang terjadi pada 13 Februari lalu, membuat Forum Editor Sumbar dan Walikota Padang melayangkan surat desakan ke Mabes Polri.

Gayung bersambut, Tim Inspektorat Pengawasan Umum (Irwasum) Mabes Polri yang dipimpin Brigjen Pol Roby Kaligis tiba di Padang untuk merespon kasus ini. Setelah kemarin rombongan Irwasum melakukan gelar perkara di Polresta Padang, hari ini, Jumat (22/2), rombongan bertemu dengan Walikota Padang, Fauzi Bahar dan perwakilan dari Forum Editor (FEd) Sumbar. Pertemuan digelar di kediaman walikota, Jalan Ahmad Yani, Padang.

Brigjend Pol Roby Kaligis menyatakan, kedatangannya untuk menindaklanjuti kasus penodongan senjata api terhadap wartawan yang diduga pelakunya adalah oknum polisi.

"Setiap kasus harus kita selesaikan, termasuk kasus penodongan senjata api terhadap wartawan yang katanya pelakunya polisi. Saya ingin penjelasan dulu dari wartawan, apakah yakin seratus persen bahwa pelakunya adalah polisi?" ujar Robby membuka wawancara dengan wartawan usai pertemuan dengan Walikota dan Fed Sumbar.

Jika masih mengira - ngira, katanya, nanti akan timbul kekeliruan. Untuk itu, perlu dipastikan betul, yang bersangkutan itu apakah ada yang mengenal dia sebagai polisi.

"Rekan - rekan wartawan tidak perlu takut jika tahu dia itu si A atau B, lebih baik diinformasikan. Kami datang ke sini juga dalam rangka memastikan itu," katanya.

Saat ditanya kenapa kepolisian lamban menangani kasus yang disinyalir anggotanya terlibat, Kaligis menyatakan sulit menjawab karena yang menangani kasus ini adalah Polresta.

"Saya sulit menjawab itu karena yang penanganannya pada Polresta," katanya.

Kaligis menekankan agar wartawan sebagai pelapor dan korban memberikan spesifikasi yang jelas tentang oknum atau jika ada saksi kunci. 

"Apalagi dalam kasus ini rekan - rekan wartawan mengatakan ada saksi kunci. Ini sangat berharga. Si saksi ini bisa diperiksa. Jika ia enggan karena tekanan atau pengaruh psikologis dan sebagainya, serahkan kepadanya, dimana ia bisa diproses yang menurutnya nyaman. Yang penting, ia bisa memberikan keterangan," tambah Kaligis. 

Terkait lambannya respon kepolisian karena setelah delapan hari kasus ini bergulir baru dilakukan pemeriksaan korban, Kaligis justru berkomentar tentang undang - undang keterbukaan informasi publik.

"Yang jelas, kasus ini sudah menjadi perhatian nasional sehingga kami dari Mabes Polri datang ke Padang agar kasus ini betul - betul akan diprioritaskan untuk menemukan titik terang. Jika terbukti melanggar kode etik dan kedisiplinan oknum yang dimaksudkan, tentu ada sanksi karena tidak taat asas," pungkasnya.

Sementara itu, Walikota Fauzi Bahar saat diminta tanggapan oleh wartawan merasa apresiatif dengan respon Irwasum Mabes Polri.

"Dengan adanya respon Irwasum Mabes Polri ini merupakan suatu progres untuk penuntasan kasus ini. Kebebasan jurnalistik dalam menggali informasi sudah ditegakkan," katanya. (der)

Berita Terkait