BNN Kota Sawahlunto Belum Punya Kantor

padangmedia.com , Rabu, 06 Februari 2013 14:21 wib

SAWAHLUNTO - Pemerintah Kota Sawahlunto mengakui belum memiliki Kantor Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK).

Hal itu terkait ungkapan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumbar, Kombes Pol Arnowo yang menyatakan bahwa 18 Kota/Kabupaten di Sumbar mengabaikan Instruski Presiden RI Nomor 11 Tahun 2011 tentang Pelaksanaan Kebijakan dan Strategi Nasional Pencegahan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba.

Hingga kini, baru Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Payakumbuh yang telah memiliki kantor BNNK sendiri. Sedangkan daerah lain belum, sebutnya kepada wartawan kemarin.

Menanggapi itu, Kepala Badan Kesbang PBD Sawahlunto, Guspriadi membenarkan bahwa Sawahlunto belum memiliki kantor BNNK, meski tahun lalu sudah diajukan.

"Tahun lalu sudah diajukan. Tahun ini rencana pembangunan kantor BNNK juga diajukan kembali. Kita berharap dapat terealisasi," ujarnya kepada padangmedia.com, Rabu (6/2).

Selama ini, katanya, untuk menjalankan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) pelaksanaan BNNK diatur dengan surat keputusan Walikota.

Diketahui, survei Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Universitas Indonesia (UI) tahun 2010 menyatakan bahwa di Sumatera Barat (Sumbar) terdapat 63.873 pecandu narkoba. Karena itu, Kepala BNNP Kombes Pol Arnowo meminta pemerintah daerah di Sumbar, baik kota dan kabupaten agar serius memerangi narkoba sehingga angka pecandu itu turun.

Sebagai salah satu langkah memerangi narkoba dan menekan jumlah pecandunya, maka para pecandu diharuskan melapor ke Institusi Penerima Wajib Lapor (IPWL). Namun, dari total jumlah pecandu narkoba di Sumbar 63.873, yang melapor ke IPWL hanya 300 pecandu saja.

IPWL di Sumbar ada delapan. Terdiri dari RSJ HB Saanin Padang, RSUP M Djamil Padang, RSU Ahmad Muchtar Bukittinggi, Puskesmas Perkotaan Bukittinggi, Puskesmas Biaro, Puskesmas Guguk Panjang, Puskesmas Andalas, dan Puskesmas Seberang Padang. Bagi pecandu narkoba yang telah melapor kepada IPWL sudah dilakukan tindakan rehabilitasi. (tumpak)