Terbetik

Dugaan Korupsi di Pasar Ikan, Kejari Tetapkan Dua Tersangka

padangmedia.com , Selasa, 29 Januari 2013 21:03 wib

BUKITTINGGI- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bukittinggi ttelah menetapkan dua orang sebagai tersangka dalam pembangunan pasar ikan di Kompleks Pasar Bawah yang menyebabkan negara dirugikan sebesar Rp110 juta..

“Pembangunan pasar ikan di Kompleks Pasar Bawah tersebut dilakukan pada tahun 2009, di mana Hasnil Syarkawi sebagai PA dan Suwitri Bravo sebagai PPTK," kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bukittinggi Maskar melalui Kasi Tindak Pidana Khusus Rahma Novianti, Selasa ..

Selain dua tersangka yang bernama Hs, menjabat sebagai Asisten III dan SB, juga dijadidkan tersangka Sr, direktur Wahana Karya Lestari.

Ia menyampaikan, ditemukannya kerugian negara senilai Rp110 juta pada proyek pembangunan pasar ikan di Dinas Pertanian dan Peternakan (disspertan). Setelah dilakukan perhitungan oleh Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sumbar.

"Saat ini Kejari tinggal menunggu keterangan dari tim ahli BPK. Keterangan atas dugaan korupsi pembangunan pasar ikan dari BPKP telah diberikan," kata dia.

Dia menyampaikan, pihaknya telah tiga kali menyurati BPK supaya mengirim tim ahlinya untuk dapat memberikan keterangan atas pembangunan pasar ikan, pada November dan Desember 2012 dan 21 Januari 2013.

Pasar ikan Bukittinggi, selesai dibangun 20 Desembar 2009, memiliki sebanyak 116 los ikan. 76 unit diperuntukan los ikan laut, dan 40 unit untuk los ikan air tawar. DAK yang diterima Dinas Pertanian tersebut Rp1,89 miliar yang berasal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.(far)

 

 

Berita Terkait