Disdik Pasaman Minta Kemendikbud Jelaskan Juknis DAK

padangmedia.com , Rabu, 03 Oktober 2012 11:19 wib

PASAMAN - Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman,  Sumatera Barat meminta petunjuk teknis terkait pencairan Dana Alokasi Khusus (DAK) kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) RI.

"Kita meminta penjelasan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk memberikan petunjuk teknis yang jelas dalam pencairan Dana Alokasi Khusus (DAK) sehingga dapat direalisasikan setiap daerah tanpa menyalahi aturan," kata Sekretaris Disdik Pasaman, Sukardi, di Lubuksikaping, Rabu (3/10).

Dia mengatakan, hingga saat ini pihaknya belum memiliki pegangan terkait prosedur dan juknis pencairan DAK tersebut.

"Hingga saat ini belum ada prosedur dan Juknis yang jelas dalam pencairan DAK ini. Sehingga, setiap daerah belum bisa mencairkannya," katanya.

Belum adanya juknis yang jelas untuk pencairan DAK tersebut juga membuat setiap kepala daerah di seluruh Indonesia termasuk Pasaman khawatir untuk merealisasikannya. Karena, prosedur yang tidak jelas tantangannya dapat dipidana.

Ia menyebutkan, untuk mengupayakan pencairan dana tersebut dapat dilakukan secepatnya. Pemkab Pasaman mengirim sejumlah utusan untuk mencari kejelasan dari Kementrian terkait melalui koordinasi yang dilakukan di Kota Medan Sumatera Utara.

"Semoga dalam waktu dekat kita akan mendapatkan solusi terbaik dalam pencairan dana ini. Sehingga, setiap sekolah yang dianggarkan akan dapat merealisasikannya dan tidak menjadi buah pertanyaan masyarakat," katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pendidikan Kabupaten Pasaman, Riyanto Nadri menyebutkan, bantuan DAK untuk Pasaman 2012 mengalir sebanyak Rp17 miliar yang dialokasikan untuk pembenahan 64 sekolah dasar.

Di samping itu, ditambah sebesar Rp3 miliar untuk perbaikan lokal yang berada di 8 sekolah tingkat SMP. Sebagai pendamping dari dana DAK, Pemkab Pasaman juga sudah menyediakan sebesar 10 persen dari bantuan yang diberikan tersebut melalui anggaran dari APBD Pasaman.

Dikatakan, pengalokasian DAK direalisasikan sebesar 80 persen untuk rehabilitasi berat. Sementara, 20 persen sisanya digunakan untuk penunjang peningkatan mutu pembelajaran di setiap sekolah. (wahyu)

Berita Terkait