Ditemukan 8 Jenis Hewan Langka Di rumah Pengusaha

padangmedia.com , Selasa, 18 September 2012 21:00 wib

Bolou, primata endemik Kepulauan Mentawai yang disita BKSDA

PADANG - Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Barat menemukan beberapa jenis hewan langka di gudang milik seorang pengusaha di Lubuk Begalung. Pemilik hewan, IF yang juga pemilik perusahaan distribusi produk rokok dan minuman tersebut, tidak dapat menunjukkan surat izin pemeliharaan atau kepemilikan hewan langka itu kepada petugas dari BKSDA yang datang memastikan keberadaan hewan tersebut pada Senin (17/9) malam kemarin.

 Wakil Komandan Satuan Tugas Polisi Kehutanan (Wadan Satgas Polhut) BKSDA Sumbar Zulmi Gusrul menceritakan, "Pihak BKSDA berhasil menemukan beberapa jenis hewan langka yang dipelihara di kandang dalam kawasan gudang milik pengusaha IF," ujarnya kepada padangmedia.com , Selasa (18/9).

Zulmi menyebutkan, hewan - hewan langka itu antara lain 1 ekor beruang madu, 1 elang, 1 ekor siamang, 5 ekor kakaktua jambul kuning, 4 ekor merak, 2 ekor nuri, 3 ekor burung mutiara, serta seekor primata endemik Mentawai yang sempat dibawa BKSDA yaitu Bulou.

"IF memelihara hewan tersebut sejak masih kecil dan dibeli dari orang lain yang menemukan hewan tersebut. Akan tetapi, mengacu kepada UU No 5 Tahun 1990 tentang konservasi alam hayati dan ekosistemnya maka kepada pemilik atau si pemelihara dapat dikenakan hukuman kurungan 5 tahun penjara dan denda sebesar Rp 100 juta,"katanya.

Hewan - hewan tersebut akan disita, lanjut Zulmi, untuk kemudian dikarantina sebelum dikembalikan ke habitatnya.

"Sementara ini hewan - hewan tersebut masih dititipkan di rumah pemilik tersebut. Karena, terkendala masalah teknis evakuasinya. Yang bisa kami bawa baru Bulou, yaitu jenis primata endemik Kepulauan Mentawai,"imbuhnya.

Pihak pengusaha IF saat dikonfirmasi terkait temuan BKSDA di gudang miliknya, melalui orang kepercayaannya di perusahaan, HD yang menjabat manajer personalia dan umum di PT MDP memberikan keterangan. Menurutnya, memelihara hewan unik merupakan hobi bosnya tersebut.

 "Bapak (IF) sangat hobi memelihara hewan langka dan unik. Hewan - hewan tersebut diperlakukan dengan sangat sayang dan perhatian. Sama sekali tidak ada tujuan komersil,"ujar HD.

 Dikatakan, IF saat ini sedang mengurus izin untuk dapat memelihara hewan - hewan yang sangat ia sayangi tersebut.

"Jika BKSDA tetap meminta untuk menyerahkan hewan peliharaannya ke balai konservasi, maka IF tetap punya itikad baik untuk menyerahkan hewan - hewan tersebut,"ujar HD mengutip IF. (der)

 

 

 

Berita Terkait