Terbetik
- Masih Ada Proyek tak Punya PlangKamis, 20 Juni 2013 11:19 wib
- Data Kependudukan Sumbar tak JelasKamis, 20 Juni 2013 11:13 wib
- 31 Kuda Rebut Predikat Indonesia DerbyKamis, 20 Juni 2013 11:07 wib
- Meriahkan HUT RI, Taput Gelar Pacuan Kuda dan Grasstrack ...Kamis, 20 Juni 2013 10:28 wib
- Wamenkum HAM Meradang, Nazaruddin Kendalikan Bisnis ...Kamis, 20 Juni 2013 08:58 wib
- BNN agar Diberi Kewenangan Melakukan PenyadapanKamis, 20 Juni 2013 08:50 wib
-
Inilah Rute Tour de Singkarak 2013
PADANG -Tour de Singkarak, iven pariwisata dan sport yang dimulai hari ini mempunyai 7 etape ... baca selengkapnya »
Komentar
17 LKM di Sawahlunto Terus Berkembang
-
-
SAWAHLUNTO - Sebanyak 17 Lembaga Keuangan Mikro (LKM) di Kota Sawahlunto saat ini terus berkembang. LKM yang dinilai sebagai cikal bakal koperasi di tingkat masyarakat, tumbuh secara alami dari masyarakat.
"Lembaga ini cenderung memiliki kekuatan. Karena, berasal dari keinginan kuat dari anggotanya," kata Kasi Koperasi dan UKM Dinas Perindagkopnaker Kota Sawahlunto, Gustaf kepada padangmedia.com, Senin (10/9) di kantornya.
LKM, katanya, juga memiliki kontribusi dalam memutar roda ekonomi layaknya koperasi. LKM pun telah melaporkan perkembangannya setiap tahun kepada Dinas Perindagkopnaker.
Selain itu, LKM memiliki peran tersendiri dalam menopang usaha masyarakat sehingga harus mendapatkan perhatian dan pembinaan. Keberadaannya bahkan cenderung lebih kuat dibandingkan lembaga keuangan yang diciptakan dari pemerintah.
"LKM cenderung lebih kokoh, karena tumbuh dari masyarakat yang merasakan saling memiliki LKM itu sendiri," ujarnya.
Seperti halnya LKM Mutiara Putih. LKM yang beranggotakan kaum hawa itu, meski belum memiliki badan hukum, namun telah memiliki 160 anggota. Saat ini, omsetnya mencapai Rp504 juta dengan dukungan aset sebesar Rp278 juta.
Selain pelatihan dan penyuluhan, menurut Kasi Fasilitasi Permodalan Dinas Perindagkopnaker Sawahlunto, Yosrizal, LKM di Sawahlunto juga diberikan dukungan modal berupa pinjaman penguatan modal. Bunganya hanya 6 persen setiap tahun.
“Sejak tahun 2000 lalu, pemerintah sudah menggulirkan pinjaman penguatan modal sebesar Rp455 juta untuk 17 LKM yang ada. Pinjaman penguatan modal itu diberikan berdasarkan hasil evaluasi dari LKM tersebut,” ujarnya. (tumpak)
-





