Terbetik

PT Mutiara Agam Harus Segera Hengkang

padangmedia.com , Selasa, 24 November 2009 00:00 wib
LUBUK BASUNG - Tokoh pemuda Suku Tanjung Kenagarian Manggopoh Edlerman mendesak agar PT Mutiara Agam segera hengkang dari wilayah operasional di Kabupaten Agam. Pasalnya, perusahaan tersebut dinilai kapitalis. “Demi kesejahteraan bersama, kami mengajak seluruh masyarakat yang ada di daerah ini bersatu agar PT Mutiara Agam secepatnya hengkang dari Kabupaten Agam," ucap Edleman . Kepada wartawan, ia menyampaikan bahwa pihak Suku Tanjung menuntut pengembalian tanah ulayat nagari yang selama ini digarap perusahaan tersebut. Menurutnya, sekitar 2.500 hektar lahan di Gadih Angik, selama ini digarap PT Mutiara Agam, yang diklaim sebagai wilayah Nagari Tiku V Jorong, Kecamatan Tanjung Mutiara. Karena merasa areal tersebut adalah milik mereka, kata Edleman dalam rilisnya kepada pdangmedia.com, Selasa (24/11) Pasukuan Tanjuang Manggopoh mengajukan kasus itu ke PN Lubuk Basung, dengan registrasi perkara Nomor 14 Tahun 2008. Dalam proses di PN Lubuk Basung, pasukuan Tanjuang Manggopoh menang perkara. Meski sudah dimenangkan PN, namun sampai kini areal yang telah ditanami sawit itu masih dikuasai PT Mutiara Agam. "Disamping menuntut pengembalian lahan tersebut secepatnya, kami juga menuntut ganti rugi Rp200 miliar," ujar Edlerman lantang. Lahan yang dipermasalahkan kata Edlerman, di sebelah barat berbatas dengan Talao Batang Bajangguik, sebelah timur dengan tanah ulayat pasukuan Tanjuang Manggopoh, sebelah utara berbatas dengan batang Masang Kiri dan sebelah selatan dengan Batang Antokan. Disinggung tentang perjuangan yang dilakukan suku Tanjuang Manggopoh tersebut hanya untuk kepentingan kaum. Edlerman membantah kalau perjuangan ini akan memberikan multiplayer effect kepada seluruh masyarakat di Kenagarian Manggopoh. "Kami yakin, berhasilnya perjuangan yang dilakukan suku Tanjuang dibantu seluruh komponen masyarakat yang ada di Kenagarian Manggopoh, tanpa membeda-bedakan suku dan daerah, banyak hal yang bisa menjadi sumber pemasukan demi meningkatkan perekonomian masyarakat," ucapnya. Sementara itu, Camat Lubuk Basung Bambang Warsito yang dihubungi mengungkapkan, sejak Kamis (18/11) lalu hingga hari ini, warga Suku Tanjuang Manggopoh masih menduduki lokasi yang dipermasalahkan tersebut. Dikatakannya, sampai saat ini, demo berjalan aman dan lancar. "Demo menuntut hal itu sah-sah saja, asal dilakukan dengan cara damai," kata Bambang. (nit/rel)
Berita Terkait