Terbetik

Komentar

Sidang Mantan Bupati Tanah Datar

Bendahara Tidak Tahu Kriteria Pembagian Jumlah Uang Perangsang

padangmedia.com , Kamis, 12 Juni 2008 00:00 wib
TANAH DATAR- Dalam sidang lanjutan perkara dugaan korupsi yang dilakukan mantan Bupati Tanah Datar, Masriadi Martunus (terdakwa I) dan mantan Asisten III Sekda Tanah Datar, Edityawarman (terdakwa II), Rabu (11/6) sore, masih mengagendakan keterangan saksi-saksi. Zendri sebagai salah seorang saksi dalam sidang tersebut menyatakan dirinya tidak mengetahui kriteria pembagian jumlah uang perangsang yang diberikan kepada tiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang dinilai telah melakukan penghematan anggaran. " Saya tidak tahu apa kriteria dari pembagian uang perangsang tersebut sehingga nilainya bisa berbeda-beda. Yang saya ketahui sebagai bendahara rutin, ada Surat Keputusan (SK) Bupati yang mencantumkan nama-nama orang yang di berikan uang perangsang dengan jumlah yang berbeda-beda," katanya. Zandri yang merupakan bendahara rutin waktu itu mengungkapkan, setiap dana uang perangsang yang akan dicairkan, terlebih dahulu harus dilengkapi dengan dokumen-dokumen pencairan uang yang harus dimiliki pihak yang inign mencairkan uang tersebut. Dalam hal ini pihak yang hendak mencairkan uang itu sudah harus memiliki Surat Perintah Pembayaran (SPP), Surat Perintah Membayar Uang (SPMU) yang sebelumnya direkomendasikan oleh bagian keuangan melalui bagian perbendaharaan. " Bendahara dengan bagian perbendahraan itu berbeda pak. Jadi saya selaku Bendahara hanya melihat dokumen-dokumen yang dibawa oleh pihak yang mencairkan uang perangsang. Jika SPP, SPMU dan dokumen syarat pencairan uang perangsang itu sudah cukup, maka saya akan mencairkan uang itu," sebut Zendri. Sidang yang dipimpin oleh ketua majelis hakim, Ramri Rizal, SH itu akhirnya di tunda hingga Kamis, (12/6) dengan agenda yang sama yakni pemeriksaan saksi.(rio)
Berita Terkait