Payakumbuh Jajaki Kota Kembar dengan Nantong, China

padangmedia.com , Rabu, 27 Mei 2009 00:00 wib
PAYAKUMBUH Rencana kedatangan salah seorang putra pejuang nasional China ke Kota Payakumbuh tanggal 6 Juni 2009 bakal diikuti dengan penjajakan kota kembar dengan Nantong, salah satu kota di China. Walikota Payakumbuh, H.Josrizal Zain, kepada wartawan kemarin di Balaikota Bukiik Sibaluik, Payakumbuh mengatakan, Pemko berupaya mencari peluang untuk peningkatan ekonomi Payakumbuh ke depan. Kalau disetujui DPRD dan warga kota, Pemko juga bakal menjajaki kerja sama berupa twin city atau kota kembar dengan Kota Nantong, salah satu kota berpenduduk jutaan jiwa di China. Dikatakan Wako, putra pejuang nasional China itu, Yu Meilan, sebelumnya telah mengirim utusannya ke Payakumbuh awal Mei lalu. Yaitu, pimpinan PT Mulia Knitting Factory Jakarta, Max Mulyadi Supangkat. Dalam pembicaraa awal, Max meminta walikota untuk memanfaatkan peluang dengan kunjungan Yu Meilan. Menurut Max, Yu Meilan adalah pejabat publik yang punya pengaruh di China. Tidak tertutup kemungkinan, berbagai peluang investasi bisa dilakukan Payakumbuh dengan pemerintah dan pengusaha China. Walikota juga menjelaskan, kehadiran Yu Meilan juga sudah direkomendasi oleh sesepuh Sumbar yang juga mantan Menteri Kabinet Pembangunan, Prof. Emil Salim dan Tharmizi Taher. Meilan adalah putra dari pejuang Nasional China yang juga seorang wartawan, Yu Dafu. Yu Dafu dinyatakan tewas tertembak oleh tentara Kompetai Jepang di Jembatan Ratapan Ibu, Payakumbuh dua hari menjelang kemerdekaan RI. Pada saat bersamaan, isteri Yu Dafu melahirkan puterinya yang bernama Yu Meilan pada salah satu rumah di dekat Restoran Pergaulan di Jalan Sudirman Payakumbuh. Meilan yang kini berusia 64 tahun adalah Chairman Overseas Chinese Association (COCA) di Provinsi Jiangxu. Ia tokoh sentral dan salah satu petinggi yang membidangi pendidikan di negara ras kuning itu. Menurut rencana, Yu Meilan, bakal melakukan kunjung ke Payakumbuh pada 6 Juni 2009. Sebelum bertolak ke Payakumbuh, Meilan bersama lima orang rombongannya diterima Mendiknas Bambang Sudibyo pada tanggal 4 Juni 2009. Kedatangan Yu Meilan ke Payakumbuh bukan sekedar mencari pertalian darah keluarga dan kuburan ayahnya, tapi juga akan menyampaikan kemungkinan kerjasama dalam bidang investasi. (rin/rel)
Berita Terkait