Terbetik

Komentar

Nasib Pelanggan PDAM

Maksud Hati Melaporkan Keluhan, Eh Malah Disuruh Berhenti Jadi Pelanggan

padangmedia.com , Kamis, 02 April 2009 00:00 wib
BUKITTINGGI- Abdurrahman warga Jalan cindur Mato Bukittinggi kecewa atas sikap yang dilontarkan Ir. Atrizal selaku Dirut PDAM kota setempat. Kekecewaannya bermula sewaktu dia melaporkan air yang hampir satu bulan tidak masuk lagi kerumahnya. Parahnya lagi, saat menjumpai sang direktur diruang kantornya Kamis (2/4) di Jalan Panorama Abdurrahman bukannya mendapat pelayanan yang baik sebagai pelanggan. Tetapi dia disuruh berhenti sebagai konsumen pemakai air jika merasa tidak puas atas pelayanan PDAM. "Saya melapor secara resmi kepada PDAM tadi pagi, namun saya tidak mendapatkan pelayanan yang sewajarnya saat menjumpai Atrizal di ruang kantornya. Malahan Atrizal mengatakan jika tidak puas atas pelayanan PDAM lebih baik berhenti saja sebagai pelanggan PDAM," ujarnya kepada padangmedia.com usai kembali dari kantor PDAM. Abdurrahman, tidak puas atas kejadian yang dialaminya itu, serta dengan menyimpan rasa geram didada, dia, terus mendatangi kantor DPRD Bukittinggi yang kebetulan tidak begitu jauh dari PDAM. Saat menuju pintu masuk ruang kantor perwakilan rakyat, dia bertemu dengan Amril Amir, SH, Ketua Komisi A dan langsung mengutarakan kejadian yang dialaminya. "Kebetulan hendak mau masuk kantor dewan, Pak Amril Amir ada dan langsung saya beritahu kejadian tersebut kepada beliau," ucapnya seraya menambahkan besok pagi akan melapor secara resmi. Sementara, Amril Amir, ketika dijumpai padangmedia.com membenarkan kejadian yang dialami oleh Abdurrahman. Kata dia, untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut, dia kemudian mnghubungi Atrizal via ponsel. Sayangnya, nomor yang dia hubungi tidak tersambung. "Saya langsung hubungi dirut PDAM itu, bahkan kedua nomornya tidak ada yang aktif," sebutnya. Ketika ditanya apakah wajar seorang dirut BUMD berucap seperti itu terhadap masyarakat pelanggan yang butuh layanan prima namun yang didapat sebaliknya, Amril sedikit agak tersentak. "Tugas aparatur bukan seperti itu melayani masyarakat dan apalagi sempat menyuruh berhenti sebagai pelanggan. Itu namonya ba kecek awak nagari ko," ujarnya tegang. Terpisah, Atrizal saat dikonfirmasi keruang kantornya, tidak bisa dijumpai, sebab sudah meniggalkan kantor. "Bapak sudah keluar kantor, kemungkinan tidak akan kembali lagi," jawab salah seorang pegawai yang dijumpai diruang administrasi gedung PDAM tersebut.(an)
Berita Terkait